RESUME
PROFESI KEPENDIDIKAN
DOSEN : ZADRIAN ARDI S.Pd , M.Pd
OLEH
NAMA : INKA WIDIA PRATAMA
NIM : 1200816 / 2012
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
Pelayanan dan Pengembangan Diri Siswa
1. Pengembangan
diri melalui pelayanan konseling
Dikutip
dari Suryani
Saputri Rahayu (2013), pengembangan
diri merupakan kegiatan pendidikan
diluar mata pelajaran sebagai bagian
integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri pribadi dan
kehidupan social, kegiatan belajar dan pengembangan karir peserta didik, serta
kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan
oleh konselor, yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan
kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaaan
dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Tujuan umum dalam pengembangan diri ini bertujuan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan , potensi, bakat, minat, kondisi
dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah. Dan tujuan
khusus pengembangan diri adalah menunjang
peserta didik dalam mengembangkan bakat,
minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemandirian,
kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan social, kemampuan belajar, wawasan dan
perencanaan karir serta kemampuan pemecahan masalah.
2. Pengembangan
diri melalui kegiatan ekstra kurikuler
Dikutip dari Suryani
Saputri Rahayu (2013), kegiatan
ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran dan pelayanan
konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan,
potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus
diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berwenang di sekolah.
a. Pengembangan
Kegiatan
ekstra kurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas
peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan
minat mereka
b. Social
Kegiatan
ekstra kurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab social peserta didik
c. Rekreatif
Kegiatan
ekstra kurikuler berfungsi untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan
dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan
d. Persiapan
karir
Kegiatan
ekstra kurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik
a. Individual
Yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang
sesuai dengan potensi, bakat dan minat masing-masing peserta didik
b. Pilihan
Yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti
secara sukarela oleh peserta didik
c. Keterlibatan
aktif
Yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikut sertaan peserta didik
secara penuh
d. Menyenangkan
Yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan menggembirakan
peserta didik
e. Etos
kerja
Yaitu
prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk
bekerja dengan baik dan berhasil
f.
Kemanfaatan
social
Yaitu prinsip
kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat
a. Krida
, meliputi kepramukaan, latihan dasar
kepemimpinan siswa, palang merah remaja dan pasukan pengibar bendera
pusaka
b. Karya
ilmiah, meliputi kegiatan ilmiah remaja, kegiatan penguasaan keilmuan
dan kemampuan akademik dan penelitian
c. Latihan
atau lomba keberbakatan atau prestasi, meliputi pengembangan bakat, olah raga,
seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater dan keagamaan
d. Seminar,
lokakarya dan pameran atau bazar, dengan substansi antara lain : karir,
pendidikan, kesehatan, seni dan keagamaan
3. Program
BK disekolah
Dikutip dari Syahril (2008) menyatakan
bahwa makna program BK adalah
rangkaian kegiatan pelaksanaan
yang terencana , diorganisir secara baik dan dalam pelasanaannya dikoordinir
dengan penuh tanggung jawab.
Dikutip
dari Syahril (2008), tujuan penyusunan program BK di sekolah adalah :
a. Agar
program BK disekolah terlaksana dengan
lancar, efektif dan efesien
b. Hasil
pelaksanaan kegiatan dapat dinilai
c. Akuntabilitas
BK dapat ditegakkan
Dikutip
dari Syahril (2008), jenis-jenis program BK disekolah , yaitu ;
a. Program
tahunan, yaitu program pelayanan BK yang meliputi seluruh kegiatan selama satu
tahun untuk masing-masing kelas di
sekolah
b. Program
semesteran, yaitu program pelayanan BK
yang meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran
program tahunan
c. Program
bulanan, yaitu program pelayanan BK yang
meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran
d. Program
harian, yaitu program pelayanan BK yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu
dalam satu minggu
Kegiatan bimbingan dan konseling dapat
mencapai hasil yang efektif dan
akan terwujud apabila kegiatan didukung oleh
adanya program yang jelas dan tersusun
secara sistematis sesuai dengan kebutuhan siswa. Program yang tersusun dengan baik dan
jelas akan berarti apabila dapat di implementasikan dengan baik.
4. Bidang
pengembangan
Dikutip
dari Syahril (2008), adapun bidang-bidang pengembangan pelayanan BK disekolah, meliputi :
a. Bidang
pengembangan kehidupan pribadi
Merupakan
bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai dan mengembangkan
potensi dan kecakapan, bakat dan
minat serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan
kebutuhan dirinya secara realistis
b. Bidang
pengembangan kehidupan social
Merupakan
bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta
mengembangkan kemampuan hubungan social
yang sehat dan efektif dengan teman
sebaya, anggota keluarga dan warga lingkungan social yang lebih luas
c. Bidang
pengembangan kemampuan belajar
Merupakan
bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti
pendidikan sekolah dan belajar secara mandiri
d. Bidang
pengembangan karir
Merupakan
bidang pelayanan yang membantu peserta
didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil
keputusan karir.
5. Jenis
layanan
Dikutip dari Prayitno (2004),
terdapat berbagai jenis layanan BK, meliputi :
a. Layanan
orientasi
Merupakan
layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.
b. Layanan
informasi
Merupakan
layanan yang bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan
tentang lingkungan baru yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi
yang berkenaan dengan lingkungan sekitar,
pendidikan, jabatan maupun social budaya.
c. Layanan
penempatan dan penyaluran
Merupakan
layanan yang dilakukan untuk membantu peserta didik memperolah penempatan dan
penyaluran yang tepat didalam kelas, kelompok belajar, jurusan atau pogram
studi, program latihan, magang dan kegiatan ekstra kurikuler
d. Layanan
bimbingan belajar
Bimbingan
merupakan salah satu bentuk layanan BK yang penting diselenggarakan disekolah. Kegagalan
yang dialami siswa dalam belajar sering
disebabkan karena mereka tidak
mendapat layanan bimbingan belajar yang memadai. Layanan dalam bimbingan
belajar dilaksanakan melalui pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar, pengungkapan sebab-sebab timbulnya
masalah belajar dan pemberian bantuan pengentasan masalah belajar
e. Layanan
konseling perorangan
Merupakan
layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
f.
Layanan bimbingan konseling kelompok
Merupakan
layanan yang diberikan kepada sekelompok
individu. Dengan satu kali kegiatan,
layanan kelompok itu memberikan manfaat
atau jasa kepada sejumlah orang.
6. Kegiatan
pendukung pelayanan BK
Dikutip
dari Syahril (2008), terdapat tiga kegiatan pendukung pelayanan BK , yaitu :
a. Aplikasi
instrument
Merupakan
kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya
melalui aplikasi berbagai instrument,
baik yang berbentuk tes maupun non tes.
b. Himpunan
data
Merupakan
kegiatan menghimpun data yang relevan
dengan pengembangan peserta didik yang diselenggarakan secara
berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
c. Konferensi
kasus
Merupakan kegiatan
yang membahas permasalahan peserta didik
dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data.
Daftar Bacaan
Prayitno, Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling.
Jakarta: Rineka Cipta
Syahril. 2008. Profesi Kependidikan. Padang: Bahan Ajar
Suryani Saputri Rahayu. 2013. “Pengembangan Diri Melalui Pelayanan
Konseling”.(online).
0 komentar:
Posting Komentar